“Tian Ye Qin Xue” terletak di Kota Beitou, Kabupaten Changhua. Terletak di tengah hamparan sawah yang luas, sebuah rumah tradisional Sanheyuan berwarna biru berdiri dengan tenang. Sang pendiri, Chen Guang-jing, awalnya bekerja di industri teknologi rintisan (startup). Pola kerja yang penuh tekanan tinggi dalam waktu lama membuatnya memikirkan kembali hubungan antara kehidupan dan tanah. Demi mengejar pola makan yang lebih sehat dan ritme hidup yang lebih baik, ia kembali ke kampung halaman untuk menjadi petani paruh waktu di akhir pekan. Setelah mengenal “Metode Pertanian Alami Shumei”, ia secara resmi terjun ke dunia pertanian dan memulai aksi pangan-pertanian yang berkelanjutan.
Pengenalan
Metode Pertanian Alami Shumei mengusung prinsip tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Melalui tanah yang bersih, sinar matahari yang cukup, udara, dan air, tanaman dibiarkan tumbuh secara alami mengikuti hukum alam. Filosofi inilah yang menjadi metode bercocok tanam paling inti di Tian Ye Qin Xue.
Tian Ye Qin Xue terutama menanam kedelai varietas “Kaohsiung No. 10”. Varietas ini dibudidayakan oleh Stasiun Perbaikan Pertanian Kaohsiung pada tahun 1970-an. Bijinya bulat penuh, berwarna kuning keemasan, memiliki aroma kedelai yang pekat, dan rasa yang manis gurih (gan run). Varietas ini sangat cocok untuk pembuatan produk kedelai tradisional seperti susu kedelai, tahu, dan kembang tahu (douhua).
Tian Ye Qin Xue juga mempraktikkan konsep “diproduksi lokal, dipasarkan lokal” serta “pemanfaatan kedelai secara utuh”. Mulai dari pemanenan di ladang, pemrosesan lokal, hingga penyajian di meja makan, hampir seluruh proses diselesaikan di Changhua, yang secara signifikan mengurangi jejak karbon transportasi. Ampas kedelai yang dihasilkan dari proses pengolahan didaur ulang menjadi pakan ternak, bahan pemanggangan (baking), serta kebutuhan sehari-hari. Hal ini berhasil mengurangi lebih dari 8 ton limbah setiap tahunnya, sekaligus mewujudkan model keberlanjutan berbasis ekonomi sirkular.
Fitur Wisata Pertanian
Biji-Bijian
Tian Ye Qin Xue bukan sekadar basis produksi pertanian, melainkan sebuah tempat wisata pertanian yang menyajikan proses “dari ladang ke meja makan” secara utuh. Dengan kedelai sebagai tema utama, pertanian ini menghubungkan penanaman, pengolahan, kuliner, dan pengalaman langsung, sehingga mengajak wisatawan untuk memahami secara mendalam asal-usul serta nilai dari makanan.
Melalui pertanian ramah lingkungan, cita rasa kedelai menjadi lebih murni, dan dari sana berkembanglah berbagai produk mandiri yang beragam, termasuk susu kedelai segar, kembang tahu buatan tangan, tahu tradisional, mi buatan tangan dari kedelai, teh hitam kedelai panggang, dan biskuit serat kedelai, yang semuanya sangat digemari oleh wisatawan.




