Lebah dan Ayam Penyiang, Menghasilkan Minyak Biji Teh Paling Alami

Ladang Shulinkou Tamsui

Ladang Shulinkou Tamsui (淡水樹林口農場)

Ladang Shulinkou Tamsui terletak di permukiman Shulinkou yang tenang di kawasan pegunungan Tamsui. Menyusuri jalan pegunungan yang berliku, hamparan pohon teh dan hijaunya alam yang berlapis-lapis akan langsung memanjakan mata. Kebun teh yang saat ini terlihat terbentuk secara alami ini sebenarnya telah melalui proses panjang mulai dari masa kejayaan, masa telantar, hingga lahir kembali.

Group 13Created with Sketch.

Pengenalan

Pada akhir Dinasti Qing, para imigran dari Zhangzhou dan Quanzhou menanam pohon teh yang tahan terhadap keteduhan dan angin di tempat ini. Pada masa keemasannya, luas kebun teh pernah mencapai lebih dari seribu hektar; saat bunga teh mekar penuh, seluruh lembah gunung tampak seperti tertutup salju putih. Namun, seiring dengan perubahan pasar ekspor, industri teh perlahan-lahan meredup, dan para petani beralih memanen buah teh untuk memproduksi minyak biji teh yang tahan disimpan lama.

16.樹林口農場的主要建築,外觀樸實,裡頭則是一家人守著的茶籽油工坊與手作廚房。
2.二代接班的許元耀走在茶籽專用的茶園間。這裡的茶樹不像製茶的茶園那樣整齊密植,而是高高低低、間距寬闊,為的是讓茶樹順利開花、結果

Buah biji teh hanya dipanen sekali dalam setahun, yaitu antara bulan Oktober hingga November, sehingga para petani teh menyebutnya sebagai “Buah Jodoh Surga” (Tian Yuan Guo), yang menjadi minyak goreng berharga bagi keluarga di masa lampau. Setelah perubahan zaman, sebagian besar kebun teh sempat telantar, tetapi pohon teh dengan daya hidupnya yang kuat terus bertunas, meninggalkan peluang untuk bangkit kembali. Setelah tahun 1996, masyarakat setempat mulai menata kembali lahan pertanian yang telantar, dan meluncurkan proyek revitalisasi pedesaan pada tahun 2014 (tahun 103 Republik Tiongkok), sehingga pohon-pohon teh yang sempat menghilang secara bertahap kembali ke lereng gunung. Saat ini, ladang tersebut menanam sekitar satu hektar pohon teh untuk melanjutkan budaya minyak teh yang telah berusia seabad.

Group 3Created with Sketch.

Fitur Wisata Pertanian

Biji-Bijian

Ladang Shulinkou berfokus pada pembuatan minyak biji teh alami. Setelah buah teh dipanen, buah tersebut harus dikeringkan di bawah sinar matahari, dikupas cangkangnya, digiling, dan disangrai (kill-green), kemudian dipres dengan kain kertas bersuhu tinggi, serta didiamkan hingga mengendap. Setiap tetes minyak teh berwarna keemasan berasal dari proses yang rumit dan penuh ketelitian. Saat bunga teh mekar penuh, lebah-lebah yang dipelihara di ladang akan terbang di antara dahan dan daun untuk membantu penyerbukan, sekaligus menjadi materi edukasi terbaik bagi anak-anak untuk memahami hubungan kerja sama di alam. “Ayam penyiang” di bawah pohon teh bebas berkeliaran di kebun teh mematuki rumput, membalik tanah, dan menangkap serangga, sehingga lingkungan sekitar hampir terbebas dari lalat, menciptakan pemandangan ladang yang bersimbiosis secara alami. Ayam dan telur yang tumbuh sehat ini memiliki kualitas yang baik dan hasil produksi yang stabil, sehingga sangat disukai oleh para wisatawan. Hidangan andalan ladang ini adalah Ayam Panggang Guci (Urn Roast Chicken) yang dipanggang menggunakan minyak biji teh buatan sendiri, menghasilkan kulit yang kuning keemasan dan daging yang lembut. Hidangan ini disajikan bersama mi misua minyak teh, nasi goreng minyak teh, serta minuman madu, menjadi cita rasa lokal wajib coba bagi para wisatawan. Ladang ini juga menyediakan berbagai aktivitas pengalaman, termasuk tur berpemandu di kebun teh, memetik biji teh, serta membuat sabun buatan tangan dan pelembap bibir dari minyak teh. Dari sebutir biji teh hingga keharuman setetes minyak, Ladang Shulinkou bukan sekadar tempat memproduksi makanan, melainkan sebuah kawasan wisata pertanian yang memungkinkan orang-orang memahami kembali hubungan antara alam dan kehidupan.

Group 5Created with Sketch.

Informasi pertanian

Path 8Created with Sketch.

Telepon

+886-975-862636

Alamat

No. 42-3, Shulinkou, Tamsui Dist., New Taipei City 251023, Taiwan (R.O.C.)

Web
FB

Peta

Scroll to Top