Kisah Legendaris Penyelamatan Talas Menjadi Hidangan Penutup Perjamuan Kenegaraan Ah Tsung Shih Taro Culture Museum
Ah Tsung Shih Taro Culture Museum (阿聰師芋頭文化館)

Ah Tsung Shih Taro Culture Museum terletak di Dajia, Taichung. Tempat ini merupakan area budaya industri yang didirikan oleh ahli kue ternama, Wu Chao-tsung, dan kini dikelola oleh generasi kedua. Sepotong kue talas (taro pastry) dengan bentuk spiral ungu di luarnya bukan hanya oleh-oleh lokal yang sangat disukai, tetapi juga membawa kisah krusial tentang penyelamatan industri talas di Dajia. Pada tahun 1998, meskipun panen raya talas melimpah di Dajia, para petani justru terjerumus dalam kesulitan akibat harga pasar yang sangat rendah.

Group 13Created with Sketch.

Pengenalan

Untuk mengatasi krisis di daerah penghasil tersebut, Master Ah Tsung memanfaatkan kelebihan pasokan talas untuk merancang kue talas. Kue ini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas setempat dan memenangkan Penghargaan Reputasi Emas dalam Top 10 Oleh-Oleh Kota Taichung, tetapi juga mendapat apresiasi dari Kementerian Luar Negeri hingga menjadi hidangan penutup dalam perjamuan kenegaraan, melangkah ke kancah internasional, dan membuat kue talas ini sangat terkenal. Ia pernah berkata: “Jika membuat sepotong kue dapat mendukung sebidang ladang, maka saya akan terus melakukannya.”

1.從糕餅店起家,主打芋頭伴手禮,現在更成立文化館,帶著遊客深入了解芋頭和傳統糕餅。
2.大甲檳榔芋因得天獨厚東北季風和沙質土壤,讓芋頭吃起來綿密且粉質高,特別美味。

Seiring dengan perkembangan merek, Ah Tsung Shih tidak lagi hanya fokus pada pembuatan kue, melainkan mendirikan “Ah Tsung Shih Taro Culture Museum” untuk mendedikasikan diri pada edukasi pangan-pertanian (food and agriculture education) serta warisan budaya. Area museum ini mencakup lahan seluas ratusan ping (satuan luas), yang direncanakan menjadi area pameran budaya talas, ruang kelas pengalaman langsung (DIY), serta area penjualan produk dan pasar oleh-oleh, yang menyajikan secara lengkap proses perjalanan dari lahan produksi, pengolahan, hingga kisah budayanya.

Group 3Created with Sketch.

Fitur Wisata Pertanian

Biji-Bijian

Ah Tsung Shih Taro Culture Museum mengusung inti wisata pertanian berupa “belajar sambil melakukan, memahami sambil makan”, serta mengembangkan kegiatan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendalam. Melalui pemandu profesional, wisatawan dapat mengenal lingkungan pertumbuhan talas, budaya bercocok tanam, dan proses transformasi industri. Pengunjung juga dapat membuat kue talas sendiri secara langsung, mulai dari mengisi adonan, membentuk, hingga memanggang, untuk merasakan secara nyata pesona keahlian kue tradisional dan bahan-bahan lokal. Museum budaya ini teguh pada prinsip pengadaan lokal, dengan memilih hasil tani seperti Talas Betawi (Binlang Taro) Dajia, daun bawang Da’an, dan ubi jalar, demi mempraktikkan simbiosis dan kemakmuran bersama dalam pertanian, serta menjadi basis penting bagi inovasi lokal (regional revitalization). Area ini juga terus meneliti dan mengembangkan beragam produk talas kreatif, seperti kue talas berisi moci, talas kecil (Xiao Yu Zai), dan camilan rasa daun bawang, yang menunjukkan potensi kreativitas dalam pengolahan talas. Di saat yang sama, museum budaya ini juga menerapkan konsep keberlanjutan dan telah memperoleh sertifikasi pariwisata berkelanjutan GTS (Good Travel Seal). Apron yang digunakan dalam kegiatan pengalaman di dalam museum terbuat dari enam botol plastik PET daur ulang, di mana setiap lembarnya dapat mengurangi lebih dari 380 gram emisi karbon. Selain itu, mereka juga mempromosikan aksi pengurangan plastik dan pariwisata rendah karbon, yang memadukan petani lokal serta sumber daya komunitas, sehingga kelezatan, budaya, dan kepedulian terhadap tanah kelahiran terjalin di sini, membentuk kawasan wisata pertanian yang memiliki nilai edukasi sekaligus nilai wisata.

Group 5Created with Sketch.

Informasi pertanian

Path 8Created with Sketch.

Telepon

+886-4-26713077

Alamat

No. 168, Xing’an Rd., Da’an Dist., Taichung City 439012, Taiwan (R.O.C.)

FB

Peta

Scroll to Top